kulon

ku·lon n barat (arah mata angin)

📝 Contoh Penggunaan Kata

  1. Kota Tokyo terletak di sisi timur Jepang, sedangkan Jakarta berada di sisi kulon.
  2. Pengajar meminta siswa untuk menggambar peta dengan menunjukkan arah kulon.
  3. Di laut, kapal menuju arah kulon untuk menghindari badai.
  4. Pada peta geologi, kulon digunakan sebagai acuan untuk menetapkan posisi geografis.
  5. Pada sore hari, matahari akan turun ke arah kulon, menyebabkan langit berwarna merah.

📚 Artikel Terkait

Kulon: Arah Mata Angin Baru

Kulon, kata yang familiar di telinga banyak orang Indonesia, memiliki makna yang sederhana namun penting dalam konteks geografis dan budaya. Dalam arti resmi, kulon bermakna sebagai arah barat, salah satu dari empat arah mata angin yang umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam sejarah, kata kulon dipengaruhi oleh bahasa Belanda, "westen", yang digunakan oleh kolonial Belanda untuk menggambarkan arah barat.

Dalam kehidupan sehari-hari, kata kulon sering digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, seseorang mungkin bertanya, "Arah mana kulon rumahmu?" atau "Saya akan pergi ke timur kulon, jadi saya harus berjalan beberapa jam." Contoh lainnya adalah, "Peta kulon Indonesia menunjukkan letak kota-kota besar di barat." Dalam kalimat-kalimat tersebut, kata kulon digunakan untuk menunjukkan arah barat dan memudahkan komunikasi.

Kulon juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari Indonesia modern. Misalnya, dalam perencanaanwisata, orang mungkin tertarik untuk mengunjungi pantai-pantai di barat kulon Indonesia, seperti pantai Banten dan pantai Lampung. Dalam konteks budaya, kulon juga digunakan dalam lagu-lagu tradisional, seperti lagu "Kulon Indonesia", yang menggambarkan keindahan dan kekayaan Indonesia dari barat hingga timur. Dengan demikian, kata kulon menjadi bagian penting dalam bahasa Indonesia dan memiliki makna yang mendalam dalam kehidupan sehari-hari.